Dari Intervensi Menuju Budaya: BBPOM Aceh Kawal Keberlanjutan Keamanan Pangan di Sekolah

09-10-2026 Umum Dilihat 14 kali

Banda Aceh - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus berkomitmen membangun ekosistem sekolah yang aman dari jajanan berisiko agar tidak berhenti sekadar pada tahap edukasi dan intervensi awal. Menyadari pentingnya keberlanjutan tersebut, BBPOM Aceh melaksanakan kegiatan Pengawalan Sekolah yang Telah Diintervensi Keamanan Pangan Tahun 2025 pada Kamis (24/09/2026). Kegiatan strategis yang berlangsung selama 2 hari ini, menjadi bagian dari Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah) dan dirancang untuk memastikan praktik keamanan pangan yang telah diinisiasi dapat terus diterapkan dan mengakar menjadi budaya. Evaluasi lapangan dilakukan secara komprehensif, meliputi peninjauan rencana aksi kegiatan, pemantauan kondisi operasional kantin, pemeriksaan higiene dan sanitasi, hingga pengujian sampel makanan yang dijajakan di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, BBPOM Aceh memperkuat sinergi pengawasan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Kolaborasi ini melibatkan Sanitarian Ahli, T. Meurah Azhari, beserta tim untuk melakukan pemeriksaan Laik Higiene Sanitasi Kantin Sekolah (LSHS), guna menyelaraskan standar keamanan pangan dengan pemenuhan sanitasi sarana yang higienis.

Anggota Tim Prioritas Nasional BBPOM Aceh sekaligus Penanggung Jawab Program SAPA Sekolah, Yanti, menegaskan bahwa kemandirian pihak sekolah adalah tolok ukur utama dari kesuksesan program ini.

"Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya intervensi pada awal kegiatan, tetapi dari bagaimana sekolah mampu mempertahankan dan menjadikan keamanan pangan sebagai budaya sehari-hari secara mandiri dan konsisten. Melalui pengawalan ini, kami hadir untuk memastikan komitmen tersebut terus berjalan demi melindungi siswa dari risiko pangan berbahaya," ujar Yanti.

Seluruh hasil pemantauan dan pengujian sampel dari kegiatan ini akan diformulasikan menjadi bahan evaluasi serta pembinaan berkelanjutan bagi pihak sekolah dan pengelola kantin. Melalui transisi dari edukasi menuju aksi dan pembudayaan, BBPOM Aceh terus berupaya mewujudkan sekolah sehat, kantin higienis, pangan aman, serta generasi muda Aceh yang terlindungi.

Sarana