Edukasi P-JAS SD Kartika II-5 Bandar Lampung

12-04-2013 Bandar Lampung Dilihat 2577 kali

Gaung gerakan AN-PJAS disekolah dan instansi terkait semakin nampak, ini terlihat dari frekwensi kegiatan P-JAS oleh sekolah-sekolah dan para stake holder. Jumat pagi jam 08.30 sekolah SD II-5 Kartika Bandar Lampung sebanyak 70 siswa perwakilan dokter cilik murid kelas 3, 4 dan 5 serta didampingi 5 orang guru melakukan kunjungan dalam rangka edukasi P-JAS di Balai BPOM Bandar Lampung. Acara dibuka oleh Kepala BBPOM Bandar Lampung Drs. Sumaryanta, Apt, MSi. seraya menyampaikan pentingnya upaya jaminan keamanan pangan melalui edukasi, wawasan dan perilaku, hal ini penting agar masyarakat terlindungi dan dapat melindungi diri sendiri dari produk makanan yang merugikan kesehatan, juga disampaikan sosialisasi tentang BadanPOM peran dan fungsinya. Sebelum penyampaian materi tentang 5 Kunci Keamanan Pangan, para dokter cilik diminta untuk menyanyikan lagu POMPI, mereka melantunkannya dengan penuh semangat, fasih dan sangat lancar.

Materi Edukasi P-JAS disampaikan oleh Kepala Bidang SERLIK mengupas 5 Kunci Keamanan Pangan disertai contoh-contoh produk pangan yang mengandung bahan berbahaya. Ada beberapa aspek yang distressing pada penyampaian materi : 1) Pengawasan P-JAS yang telah dilakukan hasilnya sangat signifikan, sudah jarang ditemukan pangan yang mengandung boraks atau formalin, namun pewarna rodamin masih ditemukan. Pada contoh yang diperagakan (minuman es dan kueh apem) positip mengandung rodamin yang lazim digunakan sebagai pewarna tekstil atau cat. Mengonsumsi makanan yang mengandung rodamin dapat terakumulasi dan menimbulkan gangguan fungsi hati bahkan dapat memicu dan menyebabkan kanker. 2) Pengetahuan tentang hygiene sanitasi perlu untuk diri sendiri dan juga untuk menilai penjual dan produk yang dijual sehingga akan memberi kontribusi perilaku keseharian dalam memilih dan mengonsumsi P-JAS. 3) Pengetahuan tentang penggunaan bahan baku pangan khususnya minuman es (es cendol, es campur, es buah, es doger) seharusnya tidak menggunakan es balok yang biasa digunakan untuk membekukan ikan karena peruntukannya bukan sebagai air minum. Para murid bisa meng-kritisi kepada penjual apakah es yang digunakan berasal dari air matang atau air yang memenuhi persyaratan air minum agar es yang diminum tidak menyebabkan sakit perut atau menimbulkan penyakit lainnya.

Pada kesempatan tersebut, para murid diberi kesempatan untuk tanya jawab, ada 2 siswi yang mengajukan pertanyaan : 1) Apakah penggunaan minyak goreng yang hitam boleh digunakan? 2) Apakah makanan yang sudah kadaluarsa tetapi bungkus dan isinya masih bagus masih boleh untuk dikonsumsi?. Pertanyaannya cukup menarik, mewakili kejadian keseharian konsumsi makanan masyarakat kita sehingga menjadikan PR bagi kita agar mereka menjadi cerdas didalam memilih makanan yang bergizi dan aman.

Selesai materi, dilakukan kunjungan ke laboratorium PBB dan Mikrobiologi untuk mengenalkan dan memberi wawasan tentang fungsi laboratorium sebagai bagian yang memiliki kewenangan menilai produk makanan berbahaya atau memenuhi syarat.

Di akhir acara disampaikan kepada para guru pembimbing dan dokter cilik untuk men-sosialisasikan keamanan pangan kepada lingkungan sekolah dan rumah sehingga kita semua terhindar dari makanan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan.

BBPOM di Bandar Lampung

Sarana