Bertempat di gedung aula Balai POM di Bandar Lampung sebanyak 63 peserta sarana IRTP dan MD mengikuti sosialisasi dan bimtek UMKM dibidang pangan. Selama dua hari 9 -10 September 2013 Badan POM RI bersama dengan Balai Besar POM Bandar Lampung melakukan sosialisasi dan bimtek bagi UMKM. Kepala BBPOM Bandar Lampung, Drs. Sumaryanta, Apt.,MSi. membuka acara dan memberikan kata sambutan serta arahan kepada para peserta sosialisasi dan bimtek UMKM. Prospek dunia usaha dibidang industri pangan terutama industri kecil menghadapi tantangan yang berat karena dampak globalisasi dan dalam waktu dekat pada tahun 2015 sudah diberlakukan harmonisasi ASEAN dibidang pangan, oleh karena itu kita harus menyikapi dan mengambil langkah antisipatif agar produk pangan IRTP mampu bersaing dengan produk luar dan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Badan POM men-suport eksistensi UMKM agar mampu menghasilkan produk yang bersaing seperti yang dilakukan selama 2 hari ini melalui kegiatan sosialisasi dan bimtek UMKM.
Adapun tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan UMKM dalam memenuhi standard dan persyaratan dibidang pangan sehingga dapat meningkatkan daya saing mutu produk sesuai tuntutan konsumen.
Materi dan narasumber disampaikan oleh Kedeputian Tiga dari: 1) Direktorat Standardisasi Produk Pangan memberikan modul dan presentasinya tentang: Ketentuan Label Pangan, Bahan Tambahan Pangan, Harmonisasi ASEAN dan Pemasaran 2) Direktorat Insert Pangan: Penerapan CPPOB, Tata Cara Sertifikasi Halal dan Eksportasi 3) Direktorat Penilaian Keamanan Pangan: Tatacara Pendaftaran Pangan Olahan dan Bimbingan Teknis Pendaftaran Pangan Olahan Secara e- Registration.
Permasalahan pemasaran produk IRTP yang kurang memperhatikan selera konsumen diinfokan kepada peserta seperti kemasan dan disainnya kurang memiliki daya tarik sehingga nilai jualnya kalah bersaing dengan produk luar. Disain kemasan menjadi hal yang menarik ketika nara sumber menginfokan jika para peserta berminat membuat disain kemasan yang baik dapat menghubungi petugas Departemen Perindustrian di daerah yang telah memiliki program “rumah kemasanâ€.
Pada hari kedua para peserta mendapat materi khusus yaitu bimtek Pendaftaran Pangan Olahan Secara e-registration. Sebelum dimulai, narasumber sudah memberikan motivasi bahwa produk IRTP dapat ditingkatkan menjadi produk MD jika CPPOB dapat diterapkan pada industrinya serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Para peserta mengikutinya dengan serius hingga tuntas dan banyak respon dan pertanyaan disampaikan kepada narasumber . Mudah-mudahan produsen IRTP kita eksis dibawah ayoman Badan POM RI.
Balai Besar POM di Bandar Lampung