Beras merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia dan sudah menjadi ketergantungan bagi orang yang meng-konsumsinya sehingga ada istilah kalau belum makan nasi maka belum dikatakan makan. Istilah dan konsep ini perlu diluruskan agar dapat dipahami secara proporsional. Sosialisasi pangan tentang gizi , mutu dan keamanan pangan dapat membantu masyarakat kita untuk memahami kandungan gizi dari ragam dan jenis pangan yang satu sama lain dapat saling men-substitusi sehingga kecukupan gizi dari bahan baku dan produk pangan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi kita. Nilai gizi sangat ditentukan oleh mutu dan keamanan pangan karena bahan baku yang baik dapat memberi jaminan nilai gizi yang tinggi yang terkandung dalam produk makanan, sedangkan keamanan pangan dapat memberi jaminan penyerapan gizi yang optimal serta tidak merugikan, mengganggu atau membahayakan organ tubuh manusia. Tupoksi Badan POM dalam pengawasan produk pangan olahan beredar meliputi ketiga aspek tersebut.
Pada Rabu 30 Oktober di desa Klaten Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Badan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Lampung Selatan melakukan kegiatan Festival Olahan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal Dalam Rangka “One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi)”. Balai Besar POM Bandar Lampung turut diundang sebagai stake holder yang memiliki keterkaitan kuat dalam pengawasan dan bembinaan terhadap produk pangan olahan lokal. Acara dihadiri dan dibuka oleh Bapak Bupati Kabupaten Lampung Selatan Hi. Rycko Menoza SZP, SE, SH, MBA yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari pangan sedunia yang ke-33 dan menyongsong hari jadi ulang tahun Kabupaten Lampung Selatan yang ke 57 yang jatuh pada 14 November 2013.
Tujuan kegiatan ini adalah mengurangi tingkat ketergantungan beras dan men-substitusikannya dengan umbi atau biji-bijian tanpa mengurangi nilai gizi yang diperlukah oleh tubuh, mengubah pola pikir masyarakat tentang kesetaraan gizi dari jenis makanan selain nasi dengan menggunakan bahan baku produk lokal.
Pada kesempatan tersebut Bupati mencanangkan gerakan nasional One Day Rice melalui Penetapan Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Pemda Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan pada setiap hari Jumat.
Tidak kalah penting dalam mengisi kegiatan ini, Kepala BBPOM Bandar Lampung Drs. Sumaryanta, Apt, MSi mendapat kesempatan untuk memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat dijamin mutu, keamanan dan gizinya sehingga fungsi makanan sesuai dengan tujuannya yaitu untuk membangun, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. BBPOM Bandar Lampung selalu siap membantu SKPD dalam mendorong produsen penghasil pangan termasuk pangan tradisional untuk menghasilkan produk yang bermutu, bergizi, aman dan layak konsumsi.Produk pangan olahan tradisional sesungguhnya mampu bersaing karena memiliki cita rasa yang spesifik yang tidak tergantikan dengan produk-produk modern, hanya saja pengembangannya belum dilakukan secara professional sehingga diperlukan intervensi dari para stake holder terkait. Kepala BB POM Bandar Lampung memberikan semangat dan sanjungan kepada Bapak Bupati bisa menjadi pionir, dan kiranya sosialisasi dan pengembangan pangan olahan tradisional ini agar bisa di-diseminasikan ke kabupaten lain pada pertemuan-pertemuan di tingkat nasional sehingga produsen pangan olahan tradisional kita dapat bangkit dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan hal ini mendapat aplaus dari Bapak Bupati dan para hadirin.
Semoga kegiatan semacam ini menjadi bagian perhatian dari para stake holder kita sehingga dapat mengangkat derajat kesehatan dan kesejahteraan bangsa.