Penyusunan Strategi dan kebijakan pencegahan pasca insiden kasus keracunan efektif ketika data-data dukungnya representatif. Salah satu pelaksanaan kegiatan pengumpulan data keracunan adalah program toksikovigilan bekerjasama dengan rumah sakit daerah.Untuk menghasilkan data yang bermutu perlu pembekalan bagi petugas terkait baik petugas intern Balai maupun petugas rumah sakit.
Rabu 21 Oktober 2015 bertempat di Aula Balai Besar POM di Bandar Lampung telah dilaksanakan kegiatan workshop dan sosialisasi toksikovigilan. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari 15 Rumah Sakit di wilayah Kota Bandar Lampung. Acara dibuka oleh Kepala BBPOM Bandar Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang SERLIK yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa program toksikovigilan ini menjadi bagian penting sebagai bahan dalam pengambilan keputusan dan sebagai pertimbangan dalam menyusunan perencanaan KIE, mengetahui trend kasus keracunan yang terjadi, sebagai dasar untuk penyususnan produk informasi yang tepat bagi masyarakat serta sebagai bahan advokasi kepada stakeholder.
Materi disampaikan oleh 2 orang Narasumber dari Badan POM RI Ibu Atiek Supardiati, E.S., S.Si., Apt., MKM., menyampaikan materi : 1. Pemetaan Kasus Keracunan Di Indonesia 2) Pemetaan Kasus Keracunan Di Lampung 3) Sub Site SIKERNAS, sedangkan pemateri kedua Ibu Judhi Saraswati M.E., menyampaikan materi tentang aplikasi SPIMKER dan aplikasi Toksidrom. Pada acara sesi diskusi dan tanya jawab, banyak peserta yang tertarik dengan program aplikasi Toksidrom dan berharap program ini bisa segera di-launching. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi peningkatan akses informasi penanganan penanggulangan keracunan di Indonesia.